95% Gula Semut dari Desa Semedo Dipasarkan Ke AS dan Eropa, Ini Kata Teten Menkop UKM

95% Gula Semut dari Desa Semedo Dipasarkan Ke AS dan Eropa, Ini Kata Teten Menkop UKM
Gula Semut dari Desa Semedo yang Go Pasar Internasional

BANYUMAS - Sekitar 1000 Orang yang merupakan penyadap Nira di Desa Semedo kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas, kini tergabung dalam anggota Koperasi Semedo Manise (KSM). Adapun Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop-UKM), meresmikan Koperasi tersebut, Sabtu, (25/09/2021).

Para penyadap nira memproduksi gula semut, merupakan Desa Binaan Astra melalui Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA).

Dalam kesempatan peresmian Koperasi Semedo Manise turut hadir, Ir Achmad Husein Bupati Banyumas, Supomo Dirut Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM, Sigit P Kumala Ketua Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDRA), Akhmad Sobirin Ketua Koperasi Semedo Manise serta lainya.

Teten menyampaikan desa binaan Astra melalui Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA) tersebut terbilang sangat bagus. Produksi gula semut yang kini sudah mampu diolah secara higienis dengan aneka rasa seperti rempah-rempah, empon-empon, dan sebagainya.

"Sangat bagus saya baru melihat produk gula semut sebagus ini, dengan berbagai rasa seperti rempah-rempah, empon-empon, dan sebagainya, " katanya.

Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM merupakan sebagai fungsi inkubasi, pendampingan Koperasi yang baru, Agar Koperasi mampu mengelola potensi gula semut menjadi produk berdaya saing tinggi hingga menembus pasar global. Dalam proses peningkatan kapasitas penyadap nira yang berkualitas untuk diolah menjadi gula semut memakan waktu dua tahun, yang hdiawali saat terbentuk Kelompok Tani (Poktan) Manggar Jaya Desa Semedo.

Dari 2013 Poktan Manggar Jaya telah mengikuti berbagai Gelaran Kewirausahaan hingha Gula semut menembus pasar internasional dan bernilai jual tinggi. Sementara awal permintaan dimulai dari 5 ton gula semut perbulan sampai mampu memproduksi Rata-rata, mencapai 24 ton Gula senut Dalam satu bulan.

Dexsa Semedo telah mampu membuang label sebagai desa terpencil dan tertinggal menjadi wilayah organisasi penyadap nira yang inovatif. Kisah manis gula semut Desa Semedo juga pernahbmendapat apresiasi dari lembaga pemerintah maupun swasta. Sobirin misalnya, sebagai penggerak mendapat apresiasi Satu Indonesia Award 2016 di bidang kewirausahaan dari Astra.

Kini produksi gula semut dan gula kelapa sudah mampu mencapai 100 ton perbulan dan Pendapatan petani juga meningkat tajam, dari hanya Rp50 ribu perhari menjadi Rp200 ribu perhari, atau rata-rata 3 juta perbulan. 95% produksi gula semut dipasarkan di Amerika dan Eropa, sedangkan 5% sisanya, dibuat untuk produk inovasi Semedo Manise, produk kemasan gula semut aneka rasa seperti permen jahe, rempah, jahe kayu manis dan lainya, yang dipasarkan secara online.

(JiS: N.SoN/***)

Gula semut Desa semedo Jawa tengah Banyumas Menkop ukm
Narsono Son

Narsono Son

Previous Article

Cerita Tukang Las Karbit di Banyumas Sempat...

Next Article

Kemenyan Asal Purwokerto Siap Dikirim ke...

Related Posts

Peringkat

Profle

Asep Wahidin

Alamsyah putra

Alamsyah putra

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 5

Registered: Jul 29, 2021

Wirausaha

Wirausaha verified

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 79

Registered: Jul 9, 2020

Nanang suryana saputra

Nanang suryana saputra

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 0

Registered: Apr 23, 2021

Zul Abrar

Zul Abrar

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 0

Registered: Apr 27, 2021

Profle

Asep Wahidin

PMKM Prima Indonesia DPC Kota Medan Miliki Produk Unggulan “Rujak Uleg Simpang Jodoh"

Follow Us

Recommended Posts

95% Gula Semut dari Desa Semedo Dipasarkan Ke AS dan Eropa, Ini Kata Teten Menkop UKM
Mantap..!!! Beragam Kreasi Menu Angkringan dan Hidroponik Latar DEN MAD 
Cerita Tukang Las Karbit di Banyumas Sempat Kesulitan Membeli Tabung Oksigen
Dr. Pratama Persadha: Industri Siber bantu Ekonomi Nasional Pulih Saat Pandemi
Tidak Hanya Rotan, PT Sarikaya Sega Utama Ekspor Daun Gelinggang Kering